Milad ke-242 Pekanbaru, LAMR Tekankan Kemajuan Harus Berpijak pada Budaya Melayu

Daerah13 Views
Advertisements
Advertisements

Detikbabel.com, Pekanbaru – Kemajuan yang terus diraih Kota Pekanbaru menjelang usia ke-242 tahun mendapat apresiasi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Namun di balik laju pembangunan yang semakin pesat, LAMR mengingatkan agar modernisasi tidak menggerus identitas budaya Melayu yang selama ini menjadi ruh dan jati diri masyarakat Riau.

Sebagai ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan signifikan. Pertumbuhan investasi, pembangunan infrastruktur, serta meningkatnya aktivitas perdagangan dan jasa menjadikan kota ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

Di tengah capaian tersebut, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Marjohan Yusuf, menilai bahwa kemajuan sebuah kota tidak semata-mata diukur dari tingginya gedung, ramainya investasi, atau berkembangnya teknologi. Menurutnya, kemajuan yang sesungguhnya adalah ketika pembangunan mampu berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

“Syabas dan tahniah Milad ke-242 Kota Pekanbaru yang semakin maju, modern dan berdaya saing,” ujar Datuk Seri Marjohan Yusuf di Pekanbaru, Selasa (23/6/2026).

Ia menegaskan, masyarakat Melayu memiliki warisan nilai yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial, mulai dari adat istiadat, bahasa, norma agama hingga tata krama yang menjadi identitas khas daerah. Karena itu, modernisasi tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan akar budaya tersebut.

“Tetaplah melangkah ke depan tanpa menghilangkan budaya Melayu sebagai jati diri. Insyaallah, nilai-nilai Melayu tetap terjaga di Pekanbaru,” katanya.

Menurut Datuk Seri Marjohan, tantangan terbesar kota-kota modern saat ini bukan hanya bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga karakter daerah agar tidak larut dalam arus globalisasi yang semakin kuat. Sebab, kota yang kehilangan identitas budayanya akan kehilangan pembeda sekaligus marwah yang menjadi kebanggaan masyarakatnya.

LAMR menilai pembangunan ideal adalah pembangunan yang mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi, ekonomi, dan investasi dengan nilai-nilai agama, adat, bahasa serta budaya Melayu. Dengan konsep tersebut, Pekanbaru tidak hanya berkembang menjadi kota metropolitan yang kompetitif, tetapi juga tetap memiliki karakter yang kuat sebagai pusat kebudayaan Melayu di Bumi Lancang Kuning.

“Modern berjalan seiring dengan nilai-nilai atau norma agama, adat, bahasa dan budaya. Tetaplah bermarwah serta bermartabat di Bumi Lancang Kuning Riau,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting di momentum Milad ke-242 Kota Pekanbaru. Di tengah percepatan pembangunan dan dinamika global yang terus berubah, menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya menjadi kunci agar Pekanbaru tetap tumbuh sebagai kota yang maju, berkarakter, serta berakar kuat pada nilai-nilai Melayu yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau. (Red/*)