DETIKBABEL.COM, JAKARTA-Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Zulfikar Hamonangan, melontarkan kritik keras terhadap pembiaran arus produk impor murah di platform online.
Ia menegaskan bahwa tanpa intervensi regulasi yang agresif, pasar digital Indonesia akan berubah menjadi “kuburan” bagi pelaku UMKM lokal.
Ancaman Nyata di Balik Harga Murah
Narasinya bukan sekadar soal kompetisi harga, melainkan soal keberlangsungan ekonomi rakyat. Zulfikar menekankan beberapa poin krusial yang harus segera direspons oleh pemerintah:
*Praktik Predatory Pricing:* Masuknya barang impor dengan harga yang tidak masuk akal (di bawah modal produksi lokal) dianggap sebagai taktik untuk mematikan kompetitor domestik secara sistematis.
*Ketidakadilan Regulasi:* Sementara UMKM lokal harus memenuhi berbagai standar dan pajak, produk impor seringkali masuk dengan celah regulasi yang lebih longgar di platform digital.
*Kedaulatan Ekonomi:* Ketergantungan pada barang konsumsi impor melalui e-commerce dianggap mengancam kemandirian ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Urgensi Tindakan Pemerintah
Zulfikar menuntut kementerian terkait untuk tidak hanya menjadi penonton di tengah gempuran produk asing. Ia mendesak adanya:
Revisi Aturan Impor Digital: Memperketat pintu masuk barang konsumsi yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri.
Penerapan Ambang Harga: Menetapkan batas bawah harga untuk melindungi nilai jual produk perajin dan pengusaha lokal.
Audit Platform Marketplace:
Memastikan penyedia layanan e-commerce memprioritaskan etalase produk lokal ketimbang barang impor.
”UMKM adalah benteng terakhir ekonomi kita. Jika pemerintah tidak segera membatasi produk murah dari luar, kita secara tidak langsung sedang membiarkan ekonomi rakyat dihancurkan oleh mesin produksi asing,” ujar Zulfikar dengan nada tegas.










