DETIKBABEL.COM, PANGKALPINANG — Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor koperasi terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Salah satunya melalui pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi Manajer Koperasi yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Grand Vella Bangka, Kamis (16/4/2026).
Sebanyak 21 peserta dari perwakilan pengurus koperasi se-Bangka Belitung mengikuti ujian kompetensi tersebut. Dari jumlah itu, 20 peserta dinyatakan kompeten, sementara satu peserta lainnya belum memenuhi standar kelulusan.
Ujian kompetensi ini menghadirkan asesor dari lembaga Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yakni Sertiyono dan Zikirman, yang bertindak sebagai penguji. Keduanya memastikan setiap peserta diuji secara objektif sesuai standar kompetensi nasional.
Kepala UPTD Balai Latihan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Martinawati, dalam sambutannya saat menutup kegiatan menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati meskipun telah dinyatakan kompeten.
Ia mengingatkan bahwa sertifikasi bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal untuk terus meningkatkan kapasitas diri sebagai manajer koperasi yang profesional.
“Meskipun bapak dan ibu telah melalui proses ujian yang cukup menguras energi dan pikiran, jangan cepat berpuas diri. Teruslah melakukan peningkatan kompetensi melalui pelatihan lanjutan dan memperkaya literasi agar kualitas diri semakin baik,” ujar Martinawati.
Menurutnya, tantangan pengelolaan koperasi ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan manajer yang tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga kemampuan adaptif dan inovatif dalam mengembangkan usaha koperasi.
Sementara itu, peserta pelatihan juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Rikky Fermana, perwakilan dari Koperasi Jasa Tunas Jaya Menumbing, menilai program ini sangat bermanfaat bagi pengurus koperasi dalam meningkatkan kapasitas manajerial.
Ia mengungkapkan bahwa selain memperoleh sertifikat kompetensi, para peserta juga mendapatkan wawasan dan strategi praktis dalam mengelola koperasi secara profesional.
“Pelatihan ini memberikan banyak ilmu dan kiat menjadi manajer koperasi yang profesional, sehingga koperasi yang kami kelola bisa berkembang, meraih keuntungan, dan memberikan dampak kesejahteraan bagi anggota serta masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ferry Firdaus dari Koperasi Kelurahan Merah Putih Tamberan. Ia menilai program sertifikasi yang difasilitasi pemerintah ini sangat membantu, terutama karena peserta tidak dibebankan biaya.
“Kalau mengikuti sertifikasi secara mandiri tentu biayanya cukup besar dan harus ditanggung sendiri oleh koperasi. Alhamdulillah, melalui program ini peserta bisa mengikuti secara gratis,” kata Ferry.
Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar semakin banyak pengurus koperasi yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional.
Sebagai bentuk apresiasi, para peserta juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang dinilai telah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan SDM koperasi di daerah.
Menurut mereka, dukungan pemerintah melalui program pelatihan dan sertifikasi ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Bangka Belitung.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan koperasi di Bangka Belitung semakin profesional, berdaya saing, dan mampu menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (KBO Babel)












