DETIKBABEL.COM, Bangka Tengah – Fakta di balik penggagalan pengiriman *22,4 ton timah* oleh Satlap Tricakti pada Sabtu dini hari (7/2/2026) mengungkap pola yang jauh lebih serius dari sekadar pengangkutan ilegal biasa. Operasi ini membongkar *modus iring-iringan empat kendaraan*, dengan *Pajero Sport* diduga berperan sebagai kendaraan pengaman, sementara *dua truk mengangkut pasir timah* dan *satu truk lain membawa timah balok*. Seluruh muatan disebut-sebut *berasal dari Gudang Rajawali, Sadai*.
Skema ini memperlihatkan satu hal tegas: *kejahatan terorganisir*, bukan aksi spontan sopir lapangan. Fakta tersebut memantik **desakan publik agar perkara ini segera dilimpahkan ke Mapolda Kepulauan Bangka Belitung atau Kejaksaan Tinggi Babel*, terlebih karena kasus ini mulai dikaitkan dengan *pusaran besar timah Bangka Belitung*, termasuk dugaan *produksi balok timah dari timah sitaan ±300 ton*.
Operasi Dini Hari yang Membuka Tabir
Penindakan bermula dari informasi cepu yang diterima personel *Pos Koba* terkait pergerakan mencurigakan dua truk dari arah Toboali menuju Jebus melalui jalur *Kenanga–Koba–Namang*. Jalur ini bukan nama baru dalam peta distribusi timah ilegal.
Sekira pukul 01.35 WIB, personel Pos Koba bergerak cepat melakukan pengejaran. Hasilnya, dua unit truk bernopol *BN 9707 PR* dan *G 8108 CB* berhasil dihentikan di wilayah Namang. Dari pemeriksaan awal, petugas mendapati *338 kampil pasir timah basah* dengan estimasi berat *±17 ton*.
Namun justru setelah dua truk ini dihentikan, *potongan puzzle besar mulai tersusun*.
Pajero Sport Muncul, Dugaan Pengawalan Terbuka
Saat *Dansektor Selatan Mayor Inf Yayat Nur Hidayat* menuju lokasi, sebuah *Pajero Sport bernopol B 2427 KBR* melintas dan menimbulkan kecurigaan kuat. Kendaraan ini tidak berdiri sendiri. Ia berada *dalam satu rangkaian iring-iringan* dengan kendaraan lain yang telah lebih dulu melintas.
Setelah dilakukan penyekatan, Pajero Sport tersebut terbukti *membawa timah balok*, dan lebih jauh lagi, dikendarai oleh *dua oknum anggota TNI aktif* yang berdinas di *Koramil Taman Sari Pangkalpinang*.
Di saat hampir bersamaan, satu unit truk lain dengan nomor polisi *BM 8647 ZO* yang berada di depan rombongan juga berhasil dihentikan. Truk ini kembali ditemukan mengangkut *timah balok*.
Dengan demikian, struktur pengiriman menjadi terang:
* *2 truk membawa pasir timah*
* *1 truk membawa timah balok*
* *1 Pajero Sport membawa timah balok dan diduga berfungsi sebagai kendaraan pengaman*
Pola ini menguatkan dugaan bahwa Pajero Sport *bukan sekadar alat angkut*, melainkan bagian dari *sistem pengawalan* untuk memastikan pengiriman berjalan aman hingga tujuan.
Sumber Tunggal: Gudang Rajawali
Pendalaman di lapangan mengarah pada satu titik krusial: *Gudang Rajawali di wilayah Sadai*. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa *seluruh muatan dalam iring-iringan empat kendaraan tersebut berasal dari gudang yang sama*.
Sekira pukul 03.20 WIB, Dansektor Selatan bersama Satlap Tricakti bergerak menuju lokasi gudang. Tim tiba sekitar pukul 06.33 WIB dan langsung melakukan pengawasan ketat. Hingga kini, gudang tersebut masih berada dalam *status penjagaan*, menunggu langkah hukum lanjutan.
Jika terbukti, Gudang Rajawali berpotensi menjadi *simpul penting distribusi dan pengolahan timah ilegal*, bukan hanya tempat singgah sementara.
*22,4 Ton: Angka yang Tak Bisa Dianggap Sepele*
Barang bukti yang diamankan mencakup:
* *220 batang timah balok* (±5,5 ton)
* *338 kampil pasir timah basah* (±16.900 kg)
* Total keseluruhan *±22,4 ton timah*
Skala ini memunculkan pertanyaan serius:
*Untuk siapa timah ini diproduksi? Ke mana tujuan akhirnya? Dan siapa yang mengendalikan rantainya?*
Publik menilai mustahil jumlah sebesar ini bergerak tanpa restu, perlindungan, dan jaringan kuat.
Desakan Publik: Jangan Berhenti di Sopir
Reaksi publik pun mengeras. Banyak pihak mendesak agar aparat *menjemput paksa para sopir, kuli bongkar muat, dan pengelola gudang*, untuk membuka tabir *aktor pidana utama* di balik pengiriman ini.
“Kalau cuma sopir yang ditahan, itu bukan penegakan hukum. Itu pengalihan isu. Aktor intelektualnya harus dibongkar,” ujar seorang aktivis tambang di Pangkalpinang.
Lebih jauh, publik meminta:
* *Pelimpahan perkara ke Mapolda Babel atau Kejati Babel*
* Penelusuran **aliran barang dan keuangan*
* Audit asal-usul *timah balok*
* Penelusuran keterkaitan dengan *kasus 300 ton timah sitaan* yang diduga masuk ke jalur *produksi balok ilegal*
Ujian Nyata Penegakan Hukum
Kasus ini kini menjadi *batu uji integritas penegakan hukum* di Bangka Belitung. Keterlibatan oknum aparat, penggunaan kendaraan non-truk seperti Pajero Sport, serta dugaan produksi balok timah dari sumber bermasalah, menjadikan perkara ini *tidak bisa ditangani secara biasa*.
Jika penanganan berhenti di level bawah, publik khawatir praktik serupa akan terus berulang, dengan pola yang sama dan aktor yang itu-itu saja.
Satlap Tricakti menegaskan bahwa penyekatan ini dilakukan untuk *mencegah kebocoran produksi dan menertibkan tata niaga timah*. Operasi berlangsung aman dan kondusif.
Namun bagi publik, satu tuntutan mengemuka dengan tegas:
*bongkar aktor utama, buka peran gudang, dan jangan biarkan Pajero Sport menjadi simbol impunitas baru dalam kejahatan timah Bangka Belitung.* (KBO Babel)











