Menginspirasi dari Senja: FKMB Kunjungi Tokoh Literasi Bangka di Tasikmalaya

Advertisements
Advertisements

DETIKBABEL.COM, Tasikmalaya – Forum Kerukunan Masyarakat Bangka (FKMB) menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya literasi melalui kegiatan bertajuk Wisata Literasi dan Silaturrahmi yang dilaksanakan pada 12–13 Juli 2025 di Kampung Literasi, Desa Bantarsari, Kota Tasikmalaya. Mengusung tema “Peduli Literasi, Cerdaskan Generasi,” kegiatan ini diikuti oleh 14 peserta yang merupakan pengurus dan anggota FKMB. Senin (14/7/2025). 

Kegiatan yang digagas oleh IKM Babel ini merupakan bentuk kepedulian terhadap menurunnya minat baca dan tulis di masyarakat. Melalui pendekatan wisata literasi, FKMB ingin memperkenalkan alternatif rekreasi yang produktif dengan menggabungkan perjalanan edukatif dan nilai kebersamaan.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah bersilaturrahmi dengan tokoh masyarakat Bangka sekaligus pegiat literasi yang kini menetap di Tasikmalaya, Bapak H. Suplan Azhari atau yang akrab disapa Bang Suplan.

Bang Suplan, yang berasal dari Kemuja, Kabupaten Bangka, dikenal sebagai penulis dan pendiri Rumah Hijau, sebuah taman bacaan masyarakat sekaligus laboratorium kebudayaan yang aktif sejak 2018.

Berkat dedikasinya, Desa Bantarsari ditetapkan sebagai Desa Literasi oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya. Rumah tinggal beliau kini telah berubah menjadi pusat kegiatan literasi yang memberi ruang tumbuh bagi masyarakat sekitar, terutama anak-anak dan generasi muda.

Ketua FKMB, Hayatus Shodikin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas kunjungan biasa, melainkan menjadi upaya nyata dalam membangun kembali semangat literasi yang semakin memudar.

> “Harapan kami, kegiatan ini dapat menumbuhkembangkan kembali budaya membaca dan menulis. Sekaligus memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh literasi seperti Bang Suplan yang tetap mengabdi meski di usia senja,” ujarnya.

Dalam suasana hangat penuh inspirasi, Sabtu malam (12/07), para peserta mengikuti sesi NGOPI (Ngobrol Penuh Inspirasi) dengan membedah buku karya Bang Suplan berjudul Senja yang Tersisa. Diskusi tersebut mengupas kisah hidup, nilai perjuangan, dan semangat kepedulian sosial yang tertuang dalam tulisan beliau.

Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan dana pembinaan dari IKM Babel kepada TBM Rumah Hijau, serta donasi buku dari FKMB untuk memperkaya koleksi pustaka. FKMB juga memberikan cinderamata kepada Bang Suplan dan istri tercinta, Ibu Ika Chaerotika, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga nyala literasi di tengah masyarakat.

Bang Suplan pun menyambut baik kunjungan FKMB. Ia berharap semangat seperti ini dapat ditularkan kepada generasi muda perantau lainnya.

> “Apa yang dilakukan FKMB sangat berarti. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi bagian dari gerakan kebudayaan. Mari kita dorong lebih banyak lagi wisata literasi seperti ini,” ungkapnya penuh semangat.

Kegiatan sederhana namun sarat makna ini menjadi bukti bahwa peran diaspora Bangka di perantauan dapat menjadi kekuatan kolektif dalam membangun peradaban yang lebih cerdas dan humanis.

FKMB berharap langkah kecil ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk terus menebar manfaat dan menghidupkan budaya literasi di mana pun berada. (KBO Babel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *