DETIKBABEL.COM, KBOBABEL.COM | Pangkalpinang — Polemik dugaan skandal *ruangan terkunci* yang menghebohkan RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang mulai mendapat tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Pangkalpinang. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, *dr Thamrin*, akhirnya buka suara usai dikonfirmasi redaksi jejaring media KBO Babel, Jum’at (23/1/2026).
Dalam keterangannya, dr Thamrin mengaku *belum menerima laporan resmi* terkait insiden yang diduga melibatkan oknum dokter berinisial *DL*, selaku *Direktur RSUD Depati Hamzah*, bersama seorang pria berinisial *S*, yang disebut-sebut sebagai oknum kontraktor.
“Secara pribadi, saya belum menerima informasi atau laporan apa pun sampai sore ini,” ujar dr Thamrin dalam pesan konfirmasi tertulis yang diterima redaksi.
Ia menyampaikan, sejauh informasi yang diketahuinya, dokter DL saat ini memang dalam kondisi sakit dan menjalani perawatan medis di RSUD Depati Hamzah sejak Kamis pagi.
Namun demikian, dr Thamrin menegaskan tidak akan tinggal diam menyikapi informasi yang telah beredar luas di ruang publik dan menimbulkan kegaduhan di lingkungan rumah sakit.
“Saya akan segera menggali informasi dan melakukan pemanggilan pihak-pihak yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi, apabila benar ada kegaduhan yang terjadi di lingkup RSUD,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi respons pertama dari otoritas kesehatan daerah setelah mencuatnya dugaan insiden *ruangan rawat inap yang terkunci dari dalam*, yang berujung pada cekcok dan keributan terbuka hingga ke area parkiran RSUD, disaksikan tenaga kesehatan, pasien, serta pengunjung rumah sakit.
Lebih jauh, dr Thamrin menegaskan komitmennya untuk *bertindak tegas* apabila dugaan tersebut terbukti benar dan mengarah pada pelanggaran etika maupun gangguan terhadap pelayanan publik.
“Bila benar ada kejadian yang berpotensi mengganggu pelayanan dan kenyamanan pasien atau merupakan pelanggaran etika, maka saya akan melaporkannya kepada Bapak Wali Kota dan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Sikap tersebut menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya dipandang sebagai isu personal, melainkan juga menyangkut *integritas pejabat publik* serta *marwah institusi layanan kesehatan daerah*.
Sebelumnya, dugaan skandal yang menyeret nama Direktur RSUD Depati Hamzah itu menuai sorotan publik. RSUD sebagai fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah seharusnya menjadi ruang yang steril dari konflik personal dan kegaduhan terbuka, terlebih jika berpotensi mengganggu kenyamanan pasien dan keluarga pasien.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi langsung dari dokter DL maupun pihak lain yang disebut-sebut terlibat dalam insiden tersebut. Sementara *Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin* sebelumnya mengaku belum menerima laporan terkait peristiwa tersebut.
Publik kini menanti langkah konkret Pemerintah Kota Pangkalpinang, khususnya Dinas Kesehatan, dalam menindaklanjuti dugaan insiden tersebut secara transparan dan akuntabel. Pemeriksaan internal, klarifikasi terbuka, serta penegakan etika dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah.
Redaksi akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru sesuai prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.
*(KBO Babel)*












