FAHAMIN: KemenagHAM Babel Sosialisasikan Hak Asasi Manusia di Ponpes Bahrul Ulum Islamic Centre

Bangka32 Views
Advertisements
Advertisements

DETIKBABEL.COM, SUNGAILIAT — Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenagHAM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan FAHAMIN — Faedah Hak Asasi Manusia Internen di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre, Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat pemahaman tentang hak asasi manusia yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan di kalangan santri dan masyarakat pesantren.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Anis Ratna Ningsih (Kabid Bidang Instrumen dan Penguatan HAM) serta jajaran staf Kanwil KemenagHAM Babel.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 WIB ini menghadirkan narasumber Syamsudin M., Kabid Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil KemenagHAM Kepulauan Bangka Belitung. Acara ini diikuti oleh ratusan santri, ustadz, ustadzah, serta pengurus pondok pesantren.

Kepala Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre, Ustadz Sukaryadi, menyambut baik kedatangan tim KemenagHAM Babel. Menurutnya, pemahaman tentang hak asasi manusia sangat penting bagi santri agar dapat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik sekaligus sebagai umat beragama.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif KemenagHAM Babel hadir di tengah kami. Pemahaman tentang hak asasi manusia bukan hal yang terpisah dari ajaran agama kita. Justru agama Islam sangat menjunjung tinggi hak-hak manusia — hak hidup, hak pendidikan, hak kebebasan beragama, dan hak diperlakukan adil. Semoga kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi para santri agar menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara agama, tetapi juga sadar akan hak dan kewajiban kemanusiaannya,” ujar Ustadz Sukaryadi.

Syamsudin M., Kabid Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil KemenagHAM Babel, menjelaskan bahwa kegiatan FAHAMIN sengaja dilaksanakan di lingkungan pesantren karena peran strategis pondok pesantren dalam membentuk karakter generasi muda.

“Kegiatan FAHAMIN ini mengusung semangat: Generasi Qur’ani Sadar Hak Asasi Manusia, Untuk Indonesia yang Luhur Berkeadilan. Kami ingin menegaskan bahwa nilai-nilai HAM dan nilai-nilai keagamaan itu saling melengkapi, bukan bertentangan. Agama mengajarkan kita menghormati sesama manusia, dan itulah inti dari hak asasi manusia. Melalui kegiatan ini, kami berharap para santri tidak hanya memahami hak-haknya, tetapi juga menghormati hak orang lain di sekitarnya,” jelas Syamsudin.

📝 Sesi Kuis dan Tanya Jawab Penutup

Di penghujung kegiatan, suasana semakin hidup saat pihak Kanwil KemenagHAM Babel membuka sesi tanya jawab dan kuis interaktif seputar materi yang telah disampaikan Bapak Syamsudin. Para perwakilan santri tampak sangat antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan maupun mengajukan pertanyaan mereka sendiri.

Banyak santri yang dengan berani dan tepat menjawab pertanyaan seputar pemahaman hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Syamsudin M. tampak kagum dengan keaktifan dan pemahaman para santri. Hadiah-hadiah kecil diserahkan kepada santri yang berani tampil menjawab, bukan sekadar sebagai penghargaan, melainkan sebagai dorongan agar semangat belajar dan memahami pengetahuan kemanusiaan terus tumbuh di kalangan santri.

Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran bersama bahwa menjaga dan menghormati hak asasi manusia adalah bagian dari ibadah dan pengamalan ajaran agama yang sesungguhnya. ((Red/*)