
Detikbabel.com, Bangka – Komitmen untuk menjaga penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar tepat sasaran terus diperkuat. Di Kabupaten Bangka, pengawasan distribusi BBM subsidi kini dilakukan lebih ketat melalui sinergi antara Pertamina, BPH Migas, dan Polres Bangka guna memastikan subsidi pemerintah tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
Sebagai bentuk pengawasan langsung di lapangan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Sales Area Bangka Belitung bersama BPH Migas dan Polres Bangka melakukan monitoring penyaluran BBM subsidi di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Bangka, Jumat (19/6/2026).
Pengawasan difokuskan pada implementasi Program Subsidi Tepat, khususnya dalam penggunaan QR Code sebagai instrumen verifikasi transaksi untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Tim gabungan melakukan pengecekan data kendaraan, mencocokkan identitas penerima manfaat yang telah terdaftar dalam sistem, serta memantau secara langsung proses pengisian BBM di SPBU.
Langkah ini dinilai penting mengingat pengawasan distribusi BBM subsidi menjadi perhatian serius di tengah kekhawatiran publik terhadap potensi penyimpangan, penimbunan, hingga praktik penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat.
Selain pengawasan teknis, tim gabungan juga memberikan edukasi kepada konsumen mengenai pentingnya kepatuhan terhadap mekanisme Program Subsidi Tepat. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat memahami bahwa BBM subsidi merupakan bantuan negara yang penggunaannya harus sesuai peruntukan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa kolaborasi antara Pertamina, regulator, dan aparat penegak hukum merupakan bagian penting dalam menjaga integritas distribusi energi nasional.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai regulasi dan tepat sasaran. Melalui pengawasan bersama ini, kami ingin memastikan implementasi Program Subsidi Tepat berjalan dengan baik sehingga distribusi energi menjadi lebih akuntabel, transparan, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Rusminto.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, penyaluran BBM subsidi terpantau berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Sistem QR Code telah digunakan dalam transaksi subsidi, sementara hasil verifikasi menunjukkan data kendaraan dan penerima manfaat selaras dengan data dalam sistem.
Selama pengawasan berlangsung, tim tidak menemukan adanya indikasi pelanggaran atau penyimpangan distribusi. Aktivitas penyaluran BBM di SPBU yang dipantau juga berjalan aman, tertib, dan lancar.
Penerapan sistem digital melalui QR Code dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi. Dengan sistem ini, potensi kebocoran maupun penyalahgunaan dapat ditekan secara signifikan.
Rusminto menambahkan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari evaluasi rutin terhadap efektivitas Program Subsidi Tepat.
“Monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan program subsidi energi tidak hanya ditentukan oleh sistem pengawasan yang kuat, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh pihak, termasuk masyarakat.
Pesan yang ingin ditegaskan sangat jelas: subsidi BBM adalah hak masyarakat yang berhak, bukan ruang bagi praktik penyelewengan. Dengan pengawasan yang diperketat dan sinergi lintas lembaga yang terus diperkuat, distribusi energi di Bangka diharapkan semakin transparan, adil, dan tepat sasaran. (Red/Sumber:kbrina.com)






