DETIKBABEL.COM, PANGKALPINANG – Sebuah video detik-detik kecelakaan yang melibatkan pimpinan media online suratkabarterkini.co.id, Sukarto alias Totok (43), beredar luas di grup WhatsApp wartawan Bangka Belitung. Jum’at (29/8/2025).
Dalam rekaman video itu, tampak Totok usai menabrak seorang remaja pengendara motor hingga akhirnya korban meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit.
Korban diketahui berinisial Zi (15), pelajar SMA asal Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Insiden nahas tersebut terjadi pada Rabu (20/8/2025) dini hari, tepat di depan pool Damri, Kelurahan Kampung Keramat, Pangkalpinang.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Totok yang saat itu mengendarai mobil Daihatsu Sigra putih dengan nomor polisi BN 1211 AC melaju hingga menabrak motor korban.
Dalam video yang beredar, terlihat motor yang dikendarai korban digiring oleh warga, sementara Totok tampak berusaha meninggalkan lokasi.
Namun, masyarakat yang berada di sekitar segera menghadangnya dan meminta ia bertanggung jawab atas perbuatannya.
Sayangnya, sebelum kasus kecelakaan ini diproses lebih jauh, Totok lebih dahulu harus berurusan dengan hukum.
Saat ini ia sedang ditahan oleh pihak Polres Bangka Barat lantaran tersangkut kasus pemerasan terhadap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Barat.
Kasus ini bahkan sudah menjeratnya sebagai tersangka setelah penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai hasil dugaan pemerasan.
Kondisi ini membuat publik semakin menyoroti rekam jejak Totok. Sebab, selain berstatus pimpinan sekaligus wartawan di medianya, kini ia juga diduga terlibat dalam dua perkara berbeda: tindak pidana pemerasan dan kasus kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa Zi. Polisi juga memastikan bahwa setiap kasus yang menjerat Totok akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Tragedi ini menambah panjang daftar persoalan yang melibatkan oknum yang mengaku wartawan di Bangka Belitung.
Di satu sisi, keluarga korban harus menanggung duka mendalam atas kehilangan putra mereka yang masih remaja. Di sisi lain, kasus ini kembali membuka mata publik bahwa penyalahgunaan profesi pers maupun kelalaian di jalan raya dapat berujung fatal, baik bagi pelaku maupun korban. (Sandy Batman/KBO Babel)