DETIKBABEL.COM, BELINYU–Beredar rekaman suara (voice note) di WhatsApp (WA) yang diduga adalah suara Ketua Golkar Kecamatan Belinyu yang juga Anggota DPRD Bangka yakni Ramlan, SH.
Dalam rekaman tersebut, Ramlan memberikan arahan kepada sejumlah Ketua Desa/Kelurahan Partai Golkar Kecamatan Belinyu agar para saksi Partai Golkar di TPS-TPS tidak memilih paslon yang diusung oleh koalisi Partai Golkar dan Nasdem pada Pilkada Ulang Kabupaten Bangka 2029-2030. Padahal sesuai instruksi partai, segenap jajaran pengurus Partai Golkar wajib mendukung dan menyukseskan paslon Nomor Urut 5 Rato-Ramadian yang diusung oleh Partai Golkar dan Nasdem dalam Pilkada Ulang Kabupaten Bangka 2025-2030.
Sumber di lapangan mengatakan, arahan dari Ramlan agar para saksi Partai Golkar di TPS-TPS tidak memilih Paslon Nomor 5 tersebut, disampaikan Ramlan dalam pertemuan dengan Ketua Desa/Kelurahan Partai Golkar di salah satu cafe di Belinyu, Senin (25/8/2025) malam.
Dalam rekaman tersebut Ramlan mengarahkan para Ketua Desa/Kelurahan Partai Golkar Belinyu agar mengkondisikan para saksi di TPS-TPS untuk memilih Paslon Nomor Urut 1 (Ferry Insani-Syahbudin) karena merasa sudah dibohongi oleh Paslon Rato-Ramadian.
“Karena kita sudah dibohongi, maka kepalang sudah, arahkan saksi di TPS ke Paslon 1. Saya bertanggung jawab,” kata Ramlan dalam rekaman yang beredar.
Ketua Partai Golkar Kecamatan Belinyu, Ramlan, SH, dikonfirmasi Trasberita.com, Jumat (29/8/2025) sore, tak membantah rekaman tersebut. Ramlan mengaku ada alasan serius mengapa ia sampai bertindak seperti itu.
“Ada sebabnya yang sangat menyakitkan saya,” katanya.
Ramlan mengaku, jauh hari sebelum pencoblosan, ia sudah membicarakan persoalan honor para saksi tersebut kepada Cawabup Ramadian.
“Sudah saya ajak bicara dia (Ramadian) soal honor saksi di TPS ini. Tapi ditunggu-tunggu tak ada jawaban. Sementara hari pencoblosan semakin dekat, honor saksi belum jelas. Saya seperti dipeluntang,” ungkap Ramlan.
Dikatakan Ramlan, sampai H-3 pencoblosan, kejelasan honor saksi belum juga ada kepastian.
“Saya tak ada dana untuk nalang, jumlahnya cukup besar, Rp 20 juta. Akhirnya daripada saya diuber-uber para saksi dan dituduh nilep uang mereka, saya lantas cari pinjaman. Kebetulan ada adik Pak Dino (Syahbudin) yang mau kasih pinjaman. Ya sudah, saya perintahkan para ketua desa/kelurahan untuk bayar honor saksi sekalian minta mereka arahkan saksi-saksi kita ke Paslon 1,” beber Ramlan.
Ramlan menegaskan dirinya siap bertanggung jawab terkait tindakan yang sudah ia lakukan.
“Yang saya lakukan semata-mata bentuk protes karena saya benar-benar merasa kecewa. Saya akan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ramlan menegaskan, apa yang ia lakukan bukan bentuk pengkhianatan terhadap partai.
“Saya tak berkhinat. Saya tetap loyal dengan partai. Walau saya disakiti, dibenci, tapi saya tetap pilih Nomor 5 saat pencoblosan kemarin,” aku Ramlan.
Ketua DPD Partai Gokar, Firmansyah Levi, dikonfirmasi Jumat (29/8/2025) sore hingga berita ini dinaikkan belum memberikan jawaban.(Ichsan/KBO Babel)