DETIKBABEL.COM, BANGKA TENGAH – Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Berok, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (13/7/2026). Fenomena yang berulang tersebut kembali menjadi sorotan masyarakat karena antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat memanjang hingga keluar dari area SPBU dan memasuki badan jalan.
Berdasarkan pantauan langsung Tim Awak Media KBO Babel di lokasi sekitar pukul 16.47 WIB, puluhan bahkan ratusan kendaraan tampak mengantre secara tertib untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sepanjang antrean, kendaraan roda dua mendominasi barisan, sementara kendaraan roda empat juga memenuhi jalur antrean yang semakin memanjang menjelang sore hari.
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar SPBU menjadi lebih padat. Kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati karena sebagian antrean telah menggunakan badan jalan. Apabila situasi ini terus berlangsung tanpa penanganan yang tepat, bukan tidak mungkin akan memicu kemacetan yang lebih parah, terutama pada jam-jam sibuk.
Sejumlah warga yang ditemui Tim KBO Babel mengaku berharap persoalan antrean panjang BBM tidak lagi menjadi kondisi yang terus berulang. Menurut mereka, waktu yang terbuang untuk mengantre cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi para pekerja, pelaku usaha, hingga masyarakat yang menggantungkan mobilitasnya pada kendaraan bermotor.
“Kalau antre seperti ini hampir setiap hari tentu sangat mengganggu. Kami berharap ada solusi supaya masyarakat tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM,” ungkap salah seorang warga.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Algafry Rahman dapat segera mengambil langkah konkret dengan berkoordinasi bersama PT Pertamina Patra Niaga, pengelola SPBU, serta instansi terkait guna mengevaluasi penyebab antrean panjang tersebut.
Evaluasi dinilai penting untuk mengetahui apakah antrean dipengaruhi oleh faktor pasokan BBM, tingginya permintaan, mekanisme distribusi, ataupun aspek teknis lainnya. Dengan demikian, solusi yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan mampu mencegah antrean panjang kembali terjadi.
Selain itu, warga juga berharap pengawasan terhadap distribusi BBM, khususnya BBM bersubsidi, semakin diperketat agar penyalurannya benar-benar sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Menurut mereka, distribusi yang tertib dan transparan akan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat yang memang berhak memperoleh BBM bersubsidi.
Tim Awak Media KBO Babel akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan sekaligus berupaya meminta konfirmasi dari pihak pengelola SPBU Berok, PT Pertamina Patra Niaga, maupun instansi terkait mengenai penyebab antrean panjang yang kembali terjadi.
Penyajian informasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi kontrol sosial pers yang dilakukan secara profesional, berimbang, dan berdasarkan fakta hasil pemantauan langsung di lapangan.
KBO Babel juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga ketertiban saat mengantre serta mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan bersama. Diharapkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, pengelola SPBU, aparat penegak hukum, dan masyarakat, pelayanan penyaluran BBM di Kabupaten Bangka Tengah dapat berjalan lebih optimal sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa harus diwarnai antrean panjang yang terus berulang.
(Reporter: Herwandi – KBO Babel)






