
Detikbabel.com, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rumah Singgah Pasien (RUSIP) Pemprov Bangka Belitung di Jakarta menggelar rangkaian lomba 17 Agustusan pada Kamis (20/8/26) bertempat di pulo asem utara raya 63 jakarta timur. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk menghadirkan keceriaan sekaligus mempererat kebersamaan antara pasien dan pendamping di tengah perjuangan mereka menjalani masa pengobatan.
Para peserta lomba yang terdiri dari pasien maupun pendamping dibagi menjadi beberapa kelompok. Dengan penuh semangat, mereka saling berlomba untuk meraih juara. Suasana terasa semakin meriah dan kental dengan nuansa kemerdekaan, pihak badan penghubung provinsi Babel yang menaungi rumah singgah pasien tak lupa menyiapkan hadiah untuk para juara lomba.
Adapun lomba yang digelar terdiri dari :
1. lomba makan kerupuk
2. lomba membawa kelereng dalam sendok
3. lomba gulir botol keberuntungan
Berbagai permainan tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme. Tawa dan sorak-sorai terdengar sepanjang acara, menandakan bahwa perlombaan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kekompakan, membangun solidaritas, serta menjalin kehangatan antar pasien dan pendamping.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, RUSIP Babel di Jakarta berupaya menumbuhkan semangat juang dan optimisme di kalangan pasien dan pendamping. Semangat kemerdekaan diharapkan menjadi inspirasi untuk tetap kuat, pantang menyerah, serta saling menguatkan dalam menjalani proses pengobatan.
Acara ini turut di hadiri oleh kepala badan penghubung provinsi Babel, Renal Winanta didampingi oleh Istari (kasubbag umum/TU), Shinta Murniati (kasi HALKO) dan beberapa orang staf badan penghubung provinsi Babel.
Acara diakhiri dengan pembagian hadiah kepada para pemenang dan makan bersama.
Dalam sambutannya kasubbag umum dan TU, Istari berharap kebersamaan ini terus terjalin walaupun masing-masing pasien dan keluarga sudah sehat dan kembali ke Bangka maupun Belitung.
“karena kita sama-sama diperantauan jadi mari kita jaga silaturahmi ini agar tetap berlanjut, walaupun nanti masing-masing sudah kembali ke daerah asalnya, seperti Sungailiat, Muntok, Pangkalpinang maupun Belitung,”ujar wanita lulusan IPDN asal Sungailiat ini.
Sementara itu Halim, salah satu pendamping pasien asal Pangkalpinang menyambut antusias kegiatan ini.”dengan kegiatan seperti ini kami dapat bertemu dan kumpul bersama. Kegiatan ini sangat positif sekali” ungkapnya.
Demikian pula Evy Arsanti pasien dari muntok, Evy sangat mengapresiasi kegiatan kumpul seperti ini. “saya mewakili pasien dan keluarga pasien di RUSIP jakarta ini mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Bangka Belitung, khususnya badan penghubung provinsi Babel di Jakarta yang menaungi RUSIP, karena telah menyediakan RUSIP dengan segala fasilitasnya yang sangat bermanfaat buat kami yang sedang berobat dan melakukan tindakan operasi di rumah sakit di Jakarta ini.
‘Terimakasih kepada pengurus disini juga bapak gubernur babel beserta jajarannya,” ungkap perempuan asal Muntok Bangka Barat ini.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh seorang guru di kebintik asal Pangkalpinang, Sri Mulyati. “kami sangat terbantu sekali dengan adanya RUSIP dengan segala fasilitasnya ini. Pengurusnya pun sangat baik dan ramah sekali, membuat kami seperti dirumah sendiri. Yang tadinya tak saling kenal satu sama lain bisa kenal dan menjadi saudara baru buat kami,” ujar perempuan asal batu belubang yang kini menetap di air itam Pangkalpinang. (Red/*)






