DETIKBABEL.COM, Jakarta, Keluarga pasien yang dirujuk berobat ke Jakarta dan menetap sementara di Rumah Singgah Pasien (RUSIP) Babel, seringkali kumpul dan makan bersama.
Biasanya kegiatan ini dilakukan setiap hari sabtu atau minggu.
Kumpul dan makan bersama ini sengaja digelar untuk lebih menjalin silaturahmi sesama masyarakat bangka belitung yang sedang berobat di rumah sakit Jakarta.
Pengurus RUSIP, Dony mengatakan, kegiatan makan bersama ini biasanya dilaksanakan setiap akhir pekan di hari sabtu atau minggu guna menjalin silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan dan kekeluargaan antar masyarakat babel yang lagi singgah sementara di RUSIP jakarta. “tak kenal maka tak sayang, makan gak makan asal kumpul” ujar dony.
Dony berharap kebersamaan ini terus terjalin walaupun masing-masing pasien dan keluarga sudah sehat dan kembali ke Bangka maupun Belitung.
“karena kita sama-sama diperantauan jadi mari kita jaga silaturahmi ini agar tetap berlanjut, walaupun nanti masing-masing sudah kembali ke daerah asalnya, seperti sungailiat, koba, mentok, pangkalpinang maupun belitung,” ujar pria berkacamata asal Pangkalpinang ini.
Sementara itu Farada, salah satu suami pasien kanker asal kota muntok menyambut antusias kegiatan makan dan kumpul bersama yang dilaksanakan minggu (310526) ini. “karena hari senin hingga jumat kami pasien dan pendamping full beraktivitas ke rumah sakit rujukan masing-masing, jadi jarang bertemu satu sama lain. Sehingga di hari sabtu atau minggu kami dapat bertemu dan kumpul bersama. Kegiatan ini sangat positif sekali” ujar pria yang hobby mengoleksi vespa ini.
Demikian pula Diana pasien jantung asal Pangkalpinang. Diana juga sangat mengapresiasi kegiatan kumpul dan makan bersama tersebut.
“saya mewakili pasien dan keluarga pasien di RUSIP jakarta ini mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Bangka Belitung, khususnya badan penghubung provinsi Babel di Jakarta yang menaungi RUSIP, karena telah menyediakan RUSIP dengan segala fasilitasnya yang sangat bermanfaat buat kami yang sedang berobat dan melakukan tindakan operasi di rumah sakit di Jakarta ini. Terimakasih kepada pengurus disini juga bapak gubernur babel beserta jajarannya di badan penghubung” ujar perempuan asal Sukabumi yang kini menetap di bogorejo Pangkalpinang.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh seorang buruh tani asal mendo barat Bangka, Ali yang mendampingi anaknya berusia tujuh bulan yang mengalami kelainan jantung dan pembuluh darah.
“kami sangat terbantu sekali dengan adanya RUSIP ini dengan segala fasilitasnya. Pengurusnya pun sangat baik dan ramah sekali, membuat kami pun seperti dirumah sendiri. Apalagi dengan adanya kegiatan kumpul dan makan bersama seperti ini, rasanya seperti di bangka saja. Yang tadinya tak saling kenal satu sama lain bisa kenal dan menjadi saudara baru buat kami” ungkap pria hitam manis yang kini menetap di desa petaling.
Lain lagi pasien asal penyamun bangka, Nurul Azizah “walaupun saya baru masuk beberapa hari disini, rasa kekeluargaan antar pasien maupun pendamping sangat dekat sekali. Tempatnya bersih, fasilitasnya alhamdulillah dan sangat membantu kami. Para pengurus dan pengelola RUSIP pun sangat baik, ramah dan humble” ujar perempuan asal Bali dan kini menetap di penyamun bangka yang akan operasi jantung ini mengakhiri. (Dony/KBO Babel)






