Oleh : H.Darwis Akbar, SH MH (Pimpred BeritaFaktaNews.Id/Wartawan Senior)
DETIKBABEL.COM, JAKARTA — Langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi dan mafia sumber daya alam sepanjang tahun 2025 dinilai sebagai peristiwa besar dalam sejarah Indonesia. Berbagai kebijakan tegas yang diambil pemerintah disebut berhasil menyelamatkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.
Pemerintah mencatat lebih dari 1.000 tambang ilegal telah ditutup dan sekitar 5.000 hektare kebun sawit ilegal berhasil direbut kembali untuk negara. Selain itu, kasus-kasus besar, termasuk dugaan korupsi di lingkungan Pertamina, kini diproses secara hukum.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa tidak ada negara yang dapat bertahan lama jika dikuasai oleh koruptor dan mafia. Ia menilai pengurasan kekayaan negara oleh segelintir pihak hanya akan membawa bangsa pada kehancuran.
Langkah tegas tersebut memicu berbagai reaksi dan perlawanan. Penertiban tambang dan sawit ilegal serta penindakan korupsi berskala besar dinilai telah mengganggu kepentingan kelompok kuat yang selama ini menikmati keuntungan besar.
Namun demikian, Presiden Prabowo menyatakan tidak akan gentar menghadapi tekanan apa pun.
Menurut Presiden, uang negara yang dirampok harus dikembalikan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.
Penguasaan kembali sumber daya alam dari tangan mafia dipandang sebagai bagian dari upaya menyelamatkan masa depan bangsa.
Dalam mendukung kebijakan tersebut, Presiden memerintahkan Kejaksaan Agung untuk mengejar dan menindak tegas pelaku kejahatan keuangan negara.
Pemerintah juga menugaskan TNI menjaga objek vital strategis nasional, seperti kilang minyak, bandara, pelabuhan, kawasan tambang, dan hutan.
Aparat intelijen negara turut digerakkan untuk mengawasi praktik penyelundupan.
Tahun 2025 dinilai sebagai fase peletakan fondasi kuat bagi penegakan hukum dan kedaulatan ekonomi nasional.
Publik pun menaruh optimisme bahwa pada 2026 pemerintah akan melanjutkan langkah lebih agresif dalam memberantas korupsi dan mafia.
Di dalam negeri, Presiden Prabowo dipandang sebagai pemimpin yang berpihak pada kepentingan rakyat. Sementara di kancah internasional, sejumlah pemimpin dunia menilai Prabowo sebagai figur pemimpin kuat yang konsisten membawa pesan perdamaian dan stabilitas global.
Solidaritas dan persatuan masyarakat dinilai penting agar agenda besar pemberantasan korupsi dapat berjalan berkelanjutan. Negara, menurut berbagai pandangan, tidak boleh kalah dalam menghadapi kejahatan yang merugikan rakyat dan masa depan Indonesia. (*)






