DETIKBABEL.COM, Medan — Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan melaksanakan kegiatan assessment pegawai dalam rangka pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Lapas Kelas I Medan dan diikuti oleh para pegawai yang telah ditetapkan sebagai peserta assessment.
Assessment ini bertujuan untuk menjaring sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat dalam mendukung program reformasi birokrasi. Pembentukan Pokja Zona Integritas menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, assessment dilakukan melalui tahapan penilaian dan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas, integritas, serta pemahaman peserta terkait pembangunan Zona Integritas. Setiap peserta diuji dari sisi komitmen terhadap perubahan, kemampuan bekerja dalam tim, hingga pemahaman mengenai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Proses ini menjadi langkah strategis bagi Lapas Kelas I Medan untuk memastikan bahwa tim Pokja yang terbentuk nantinya mampu bekerja secara efektif, terarah, dan profesional. Dengan tim yang solid, diharapkan target meraih predikat WBK dan WBBM dapat dicapai secara optimal pada tahun 2026.
Kegiatan assessment berlangsung tertib dan lancar dengan semangat partisipatif dari seluruh peserta. Para pegawai menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap tahapan seleksi, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pembenahan sistem kerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui mekanisme assessment ini, Lapas Kelas I Medan menegaskan keseriusannya dalam membangun sistem kerja yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Pembangunan Zona Integritas tidak hanya dipandang sebagai program administratif semata, tetapi sebagai gerakan perubahan budaya kerja yang harus diwujudkan bersama.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas harus dilaksanakan secara konsisten dan melibatkan pegawai yang memiliki integritas tinggi. Ia menekankan pentingnya memilih individu-individu terbaik yang siap menjadi motor penggerak perubahan di dalam organisasi.
“Assessment ini merupakan upaya konkret untuk memastikan bahwa tim yang tergabung dalam Pokja benar-benar siap bekerja dan membawa perubahan positif bagi organisasi. Kita ingin pembangunan Zona Integritas berjalan optimal dan berkelanjutan,” tegas Fonika. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Lapas Kelas I Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung reformasi birokrasi serta mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani di lingkungan Pemasyarakatan.











