Sampah Jadi Energi? TNI AD dan Pemda Bongkar Strategi Baru Atasi Krisis TPA

Nasional, TNI,22 Views
Advertisements
Advertisements

Detikbabel.com, Jakarta – Persoalan sampah mulai didorong keluar dari pola penanganan konvensional. TNI Angkatan Darat bersama sejumlah pemerintah daerah menyusun langkah baru dengan mengandalkan teknologi pengolahan untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA) sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi bernilai guna.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara TNI AD dengan Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Semarang di Aula Jati Kusumo, Mabesad, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Kerja sama ini diarahkan pada pembangunan fasilitas pre-treatment dan pabrik pirolisis di sejumlah lokasi pengolahan sampah. Teknologi pirolisis bekerja melalui proses pemanasan material pada suhu tinggi sehingga sampah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna, termasuk potensi sebagai sumber energi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap persoalan sampah yang dinilai semakin membutuhkan penanganan lintas sektor. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, keterlibatan TNI AD merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh unsur pemerintah ikut mencari solusi atas persoalan sampah.
“Bapak Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah telah berada pada kondisi yang darurat dan meminta seluruh jajaran untuk ikut berperan aktif dalam mencari solusi,” ujar Maruli.
Menurutnya, TNI AD siap mendukung program pemerintah melalui kekuatan dan sumber daya yang dimiliki, termasuk dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
Dari sisi pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai persoalan utama pengelolaan sampah bukan semata-mata ketersediaan teknologi. Regulasi dan prosedur yang panjang justru dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memperlambat implementasi.
Ia mengatakan teknologi pengolahan sampah modern telah digunakan di sejumlah negara. Karena itu, Indonesia dinilai perlu mempercepat penerapan sistem yang terintegrasi dengan tetap memastikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Rencana penerapan teknologi pirolisis sedikitnya menyasar lima wilayah, termasuk Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Semarang. Bantargebang menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena merupakan salah satu pusat pengolahan sampah terbesar di Indonesia.
Kerja sama ini sekaligus menempatkan persoalan sampah sebagai agenda bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah. Dengan kolaborasi TNI AD dan pemerintah daerah, pengelolaan sampah diharapkan bergerak dari sekadar mengurangi timbunan menuju sistem yang mampu menghasilkan nilai ekonomi dan energi.
Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, pendekatan tersebut dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis teknologi yang diterapkan lebih luas di berbagai daerah. (Red/*)