Perairan Tembelok-Keranggan Harus Steril, Aparat Imbau Penambang Hentikan Operasi

Advertisements
Advertisements

DETIKBABEL.COM, BANGKA BARAT — Aparat kepolisian meminta seluruh penambang konvensional jenis ponton selam menghentikan aktivitasnya dan segera mengosongkan perairan Tembelok-Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Selas (3/3/2026)

Instruksi tersebut disampaikan Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, melalui Kapolsek Mentok, Rusdi Yunial, Selasa (03/03/2026).

Penegasan itu diberikan sebagai langkah antisipatif guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah perairan tersebut.

Kapolsek Mentok Rusdi Yunial menyampaikan secara langsung kepada para penambang agar tidak lagi beroperasi di kawasan Tembelok dan sekitarnya.

Ia meminta seluruh ponton selam yang masih beraktivitas segera menghentikan kegiatan dan membongkar peralatan tambangnya.

“Kami berharap ponton-ponton yang beraktivitas di Tembelok dan sekitarnya harus mengosongkan, jangan ada beraktivitas. Jadi tolong sampaikan kepada rekan-rekan yang ada di lapangan yang tidak hadir di sini untuk mengosongkan kegiatan tambang,” tegas Rusdi.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dari para penambang untuk mematuhi imbauan tersebut.

Menurutnya, kepatuhan terhadap instruksi aparat akan mencegah potensi tindakan penertiban yang bisa merugikan berbagai pihak.

Kapolsek mengingatkan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif. Namun demikian, apabila imbauan tersebut tidak diindahkan, aparat tidak akan segan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Jadi rekan-rekan yang berperan di sini untuk segera menghentikan dan mengosongkan segala aktivitas penambangan. Silakan rekan-rekan menyampaikan bahasa dari kami, tolong dilaksanakan. Sebentar lagi sudah dekat Lebaran, jangan sampai rekan-rekan tidak bisa Lebaran bersama keluarga,” ujarnya mengingatkan.

Peringatan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa aparat akan meningkatkan pengawasan di wilayah perairan Tembelok-Keranggan.

Kepolisian berharap situasi tetap kondusif dan tidak terjadi gesekan di lapangan.

Dengan adanya imbauan ini, para penambang diharapkan dapat memahami konsekuensi hukum serta dampak sosial yang mungkin timbul jika aktivitas tetap dipaksakan berlangsung.

Aparat pun membuka ruang komunikasi, namun tetap menegaskan bahwa perairan Tembelok-Keranggan harus steril dari aktivitas penambangan untuk sementara waktu. (*)