DETIKBABEL.COM, PANGKALPINANG – Momentum Ramadan menjadi ajang mempererat silaturahmi antara legislatif dan insan pers di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Para pimpinan media se-Babel menghadiri agenda buka puasa bersama (bukber) dengan Anggota DPR RI sekaligus Ketua Komisi XII DPR RI, *Bambang Patijaya*, yang digelar di *Swiss-Belhotel Pangkalpinang*, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan media online, cetak, dan elektronik dari berbagai kabupaten/kota di Bangka Belitung.
Hadir pula Ketua Kantor Berita Online (KBO), Rikky Fermana, yang turut memberikan pandangan dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat dan terbuka.
Dalam sambutannya, Bambang Patijaya memaparkan dinamika serta persoalan pertambangan di Bangka Belitung yang hingga kini dinilai masih menyisakan beragam persoalan krusial.
Ia menyoroti aspek tata kelola yang belum optimal, dampak lingkungan yang kian terasa, hingga kebijakan penertiban dan penindakan yang dilakukan pemerintah pusat.
Menurutnya, kebijakan penindakan terhadap aktivitas pertambangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum sepenuhnya tepat sasaran.
Ia menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan seharusnya lebih komprehensif, adil, dan mempertimbangkan realitas sosial-ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor pertambangan.
“Penataan tambang tidak bisa hanya mengedepankan penertiban semata. Harus ada solusi konkret yang menjamin keberlanjutan lingkungan sekaligus kepastian ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Diskusi pun berkembang dinamis. Sejumlah pimpinan media menyampaikan kritik dan masukan terkait transparansi kebijakan, efektivitas pengawasan, serta pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Mereka menilai kondisi pertambangan yang kerap berada dalam situasi “carut marut” membutuhkan arah kebijakan yang jelas dan konsisten.
Selain isu regulasi dan penindakan, forum juga menekankan pentingnya peran media dalam mengawal kebijakan pertambangan secara objektif, berimbang, dan berbasis data.
Media diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga berfungsi sebagai kontrol sosial demi kepentingan publik yang lebih luas.
Suasana diskusi yang kritis namun tetap cair mencerminkan semangat kolaborasi antara wakil rakyat dan insan pers.
Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, dilanjutkan santap malam dan bincang santai yang berlangsung penuh keakraban.
Melalui momentum Ramadan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara legislatif dan media dalam mengawal pembangunan daerah, khususnya dalam membenahi tata kelola pertambangan agar lebih tertib, berkeadilan, dan berkelanjutan di Bangka Belitung. (KBO Babel)










