
Detikbabel.com, Pangkalpinang— Semangat membangun budaya literasi terus bergema di Kota Pangkalpinang. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Arisya menggelar pelatihan bertajuk “Coaching Membaca Nyaring” yang diikuti penggerak literasi, pendidik, orang tua, mahasiswa, hingga masyarakat luas, berlangsung di Gedung Betason Pemerintah Kota Pangkalpinang, Sabtu (8/8/2026). Kehadiran Bunda Literasi Kota Pangkalpinang, Hj. Susanti Saparudin, S.E., menambah semangat dan makna pada kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Bunda Susanti menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TBM Arisya serta seluruh pihak yang berpartisipasi aktif memajukan literasi di daerah tersebut.
“Atas nama Bunda Literasi Kota Pangkalpinang, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TBM Arisya yang telah menyelenggarakan kegiatan literasi ini, serta seluruh penggerak literasi, pendidik, orang tua, mahasiswa, dan masyarakat Kota Pangkalpinang yang telah meluangkan waktu untuk hadir hari ini,” ujar Susanti.
Ia menegaskan bahwa literasi tidak sekadar kemampuan teknis mengenal huruf dan kata, melainkan proses memahami makna, meresapi isi bacaan, hingga menumbuhkan kecintaan mendalam terhadap pengetahuan dan buku. Metode membaca nyaring atau read aloud yang menjadi fokus pelatihan ini, lanjutnya, memiliki kekuatan luar biasa yang sering kali disadari hanya sedikit orang.
“Melalui metode membaca nyaring yang dipelajari hari ini, kegiatan membaca tidak hanya menjadi aktivitas membacakan buku kepada anak-anak. Lebih dari itu, ini menjadi sarana untuk merajut ikatan emosional, membangun kekayaan imajinasi, serta menanamkan fondasi kecintaan terhadap membaca sejak usia dini. Suara yang terdengar jelas, intonasi yang hidup, dan ekspresi saat membacakan cerita menjadi jembatan antara dunia tulisan dan hati anak-anak,” paparnya.
Bunda Susanti berharap setiap peserta mampu membawa ilmu yang didapat ke lingkungan terdekat masing-masing.
“Semoga ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat langsung diaplikasikan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun komunitas. Mari kita wujudkan Pangkalpinang sebagai kota yang cerdas, berbudaya baca, dan literat seutuhnya,” harapnya.
Dukungan Penuh Pemangku Kepentingan
Ketua TBM Arisya, Arifin Sakdon, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas antusiasme masyarakat serta dukungan luar biasa dari berbagai pihak. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung, Efriyendy Gusti, S.S., M.Hum., dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang, Endang Supriyadi, S.T., M.T., yang turut memberikan semangat dan dukungan nyata bagi gerakan literasi masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Pangkalpinang yang begitu bersemangat berliterasi. Kehadiran Bunda Literasi Ibu Susanti, Bapak Kepala Kantor Bahasa, dan Bapak Kepala Dinas Perpustakaan menjadi dorongan energi yang sangat besar bagi kami. Pelatihan ini dibawakan oleh pemateri Ibu Windy Garini, S.Pd., yang membina peserta dengan materi yang sangat praktis dan langsung bisa diamalkan,” ungkap Arifin.
Ia pun yakin peserta pelatihan akan menjadi agen perubahan yang menularkan semangat positif.
“Saya yakin peserta coaching read aloud kali ini akan menularkan ‘virus kebaikan dan kebiasaan membaca buku’ kepada anak-anak, keluarga, dan lingkungannya. Satu orang yang tergerak, akan menggerakkan orang lain. Inilah kekuatan gerakan literasi dari bawah,” tambahnya.
Membaca Nyaring: Kunci Fondasi Literasi
Metode membaca nyaring bukan hal baru, namun penerapannya masih perlu digalakkan. Dengan membacakan buku dengan suara lantang dan penuh ekspresi, orang tua dan pendidik membantu anak memahami struktur bahasa, memperkaya kosakata, melatih pendengaran, sekaligus membangun kedekatan emosional. Kegiatan seperti yang digelar TBM Arisya menjadi bukti bahwa kemajuan literasi tidak harus menunggu program besar pemerintah — dimulai dari kelompok masyarakat, dari keluarga, dari suara yang membacakan cerita di waktu senggang.
Semangat yang terpancar di Gedung Betason hari ini menjadi bukti bahwa Pangkalpinang memiliki penggerak literasi yang tak pernah lelah berbagi. Selamat berliterasi, semoga manfaatnya terus mengalir luas, mewujudkan generasi yang tak hanya pandai membaca, tetapi juga bijak memahami dunia. (Red/*)












