
DETIKBABEL.COM, PANGKALPINANG — Perguruan Pencak Silat Bayu Sejati Bangka Belitung memperingati hari jadi ke-35 dengan penuh semangat persaudaraan dan kebersamaan. Momentum tersebut ditandai dengan pemasangan spanduk besar bertuliskan “35 Tahun Menjaga Tradisi, Meneguhkan Persaudaraan, Mengukir Prestasi.”
Spanduk yang berdiri berdampingan dengan kibaran bendera Merah Putih itu menampilkan sosok Pendiri Perguruan Bayu Sejati, Atok Hermansyah, bersama Ketua Umum AKP S. Sirait, S.H., M.H. Di bagian lain terpampang semboyan yang menjadi pemersatu seluruh keluarga besar Bayu Sejati: “Kita Kuat dan Solid Karena Kita Bersatu Lebih dari Saudara.”
Peringatan HUT ke-35 ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi keluarga besar Bayu Sejati, usia 35 tahun menjadi penegasan komitmen untuk terus menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa, sekaligus memperkuat nilai kekeluargaan, solidaritas dan semangat kebersamaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolresta Pangkalpinang AKBP Indra Wijatmiko, S.I.K., M.M., KBO Babel, Ormas Barreta, FKPPI, LMP, tokoh masyarakat serta para pendekar dan murid Perguruan Bayu Sejati.
Acara diawali dengan atraksi pencak silat yang diperagakan para pendekar Bayu Sejati. Gerakan bela diri yang penuh ketangkasan tersebut menjadi gambaran semangat generasi muda dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan kemampuan dan prestasi.
Selanjutnya, Ketua Umum Perguruan Bayu Sejati, AKP S. Sirait, S.H., M.H., menyampaikan pidato. Ia menegaskan bahwa selama 35 tahun perjalanan perguruan, Bayu Sejati konsisten menjaga tradisi dan budaya bangsa melalui ilmu pencak silat.
Menurutnya, perjalanan panjang tersebut juga telah melahirkan berbagai prestasi membanggakan, baik dalam kejuaraan tingkat daerah maupun nasional.
Ia pun berpesan kepada seluruh generasi muda Bayu Sejati agar terus berlatih dengan rendah hati, memiliki semangat pantang menyerah dan menjaga kekompakan.
“Solidaritas internal adalah nyawa sebuah perguruan,” tegasnya saat menyampaikan sambutannya, Sabtu malam (15/8/2026)
Sementara itu, Kapolresta Pangkalpinang AKBP Indra Wijatmiko dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pendiri Perguruan Bayu Sejati Atok Hermansyah dan Ketua Umum AKP S. Sirait yang dinilai telah membina perguruan dengan baik selama ini.
“Atas nama pribadi, saya mengucapkan selamat hari jadi kepada Perguruan Pencak Silat Bayu Sejati yang kita cintai ini,” ujarnya.
Kapolresta juga berharap Bayu Sejati terus mengukir prestasi setinggi-tingginya serta mampu mendidik generasi muda menjadi pendekar yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter dan jati diri.
Ia mengingatkan seluruh anggota perguruan agar menjadikan persaudaraan sebagai kekuatan utama.
“Musuh terbesar kita bukan lawan yang kita tumbangkan di medan perang, tetapi musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri,” katanya.
Kapolresta juga berpesan agar tidak terjadi perpecahan di internal perguruan. Menurutnya, nilai utama yang harus terus dijaga adalah persaudaraan, saling mengasihi dan saling menyayangi.
“Jangan ada perpecahan di sini. Yang diutamakan adalah persaudaraan, saling mengasihi dan saling menyayangi,” pesannya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua Umum Perguruan Bayu Sejati sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 35 tahun perguruan.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat para murid Bayu Sejati berfoto bersama tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan awak media yang hadir.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kapolresta Pangkalpinang turut meresmikan Pos Siskamling Bayu Sejati. Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui semangat gotong royong.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama. Momentum 35 tahun Bayu Sejati pun menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah perguruan bukan hanya terletak pada kemampuan bela diri, tetapi juga pada tradisi, karakter, prestasi dan persaudaraan yang terus dijaga lintas generasi. (Red/*)












