DETIKBABEL.COM, Bangka, — Setelah menempuh pendidikan selama enam tahun di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat, sebanyak 69 santri jenjang SMA resmi menyandang status alumni. Prosesi yudisium atau wisuda digelar di Gedung Serba Guna Kompleks Islamic Centre, Sabtu (11/4/2026).
Acara tersebut ditandai dengan pengalungan gordon kepada para santri kelas VI. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Bahrul Ulum Drs. H. Syaiful Zohri, jajaran pembina, Kepala Ponpes Ustadz Sukaryadi, S.Pd.I, Kepala SMA Plus Ustadzah Yuniarsih, M.Pd, serta Kepala MTs Plus Ustadz Ali Mafrohim, S.Pd.I.
Turut hadir pula Staf Ahli Bupati Bangka H. Boyandra, SKM, pengawas sekolah, perwakilan pemerintahan desa, serta orang tua dan wali santri.
Apresiasi dan Pengabdian
Ketua Yayasan Bahrul Ulum, Drs. H. Syaiful Zohri, mengapresiasi dedikasi para guru dan pengasuh yang telah mendidik santri dengan penuh kesabaran. Menurutnya, yudisium menjadi tanda berakhirnya masa pendidikan di pesantren dan saatnya para santri dikembalikan kepada orang tua.
“Dulu ananda sekalian kami terima di sini, hari ini kami kembalikan lagi. Semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat dan menjadi bekal hidup,” ujar Syaiful.
Selain itu, pihak yayasan juga terus berkomitmen meningkatkan kualitas sarana dan prasarana demi kenyamanan belajar. Salah satu buktinya adalah renovasi asrama putra yang kini semakin layak huni.
Tidak hanya menerima, para santri juga memberikan kenang-kenangan. Mereka mengumpulkan wakaf sebesar Rp 38 juta yang digunakan untuk pembangunan jalan conblok sepanjang 60 meter di lingkungan pesantren.
Bukti Kualitas Pendidikan
Staf Ahli Bupati Bangka, Boyandra, memberikan apresiasi tinggi terhadap lembaga ini. Ia menegaskan bahwa Islamic Centre Sungailiat merupakan pusat pendidikan yang terbukti berkualitas dan melahirkan generasi unggul.
“Alumni Islamic Centre banyak yang diterima di perguruan tinggi terkemuka. Masyarakat tidak perlu ragu menyekolahkan anaknya di sini,” tegas Boyandra.
Sementara itu, Kepala SMA Plus Bahrul Ulum, Ustadzah Yuniarsih, M.Pd, memaparkan bahwa dari 69 santri yang diluluskan, terdiri dari 15 putra dan 54 putri. Sebelum diwisuda, mereka telah melalui berbagai tahapan uji kompetensi, mulai dari rihlah, tes akademik, hingga munaqosah atau ujian kepesantrenan.
“Kita membekali mereka tidak hanya dengan ilmu agama, tetapi juga keterampilan yang bisa dipakai dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Kepuasan orang tua juga terlihat jelas. H. Jamaludin, S.Ag, mewakili wali santri menyampaikan terima kasih yang mendalam atas pengasuhan selama enam tahun.
“Enam tahun bukan waktu yang singkat. Kami sangat bangga dan berterima kasih atas didikan yang diberikan,” tuturnya.






